Jumat, 11 Mei 2012

Cerita Masa Kecil KU


Ketika masih kecil masih ingat dalam angan saya dimana, akan selalu ditanya, apa cita-citamu setelah besar nanti; Yang tergambar dalam benak saya ketika ditanya seperti itu adalah “terbayang bahwa saya menjadi seseorang yang begitu membanggakan, dikagumi banyak orang dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain, inti-nya jadi orang yang begitu heroik dan mulia". 
Nah teman, pada tulisanku kali ini, marilah sejenak ku ajak kalian utk flashback terlebih dahulu ke kehidupan masa kecil kita. Coba kalian bayangkan..terus bayangkan..jangan lanjutkan membaca sebelum kalian selesai membayangkan..terus bayangkan… Yeaah, indah bukan? Saya yakin masing-masing dari kalian punya kenangan masa kecil yg sangat indah, termasuk saya pribadi.
Aku rindu masa-masa kecil dulu. Masa-masa yang telah lama aku tinggalkan. Masa kecil yang penuh kenangan, menyenangkan, karena yang menyakitkan tak pernah mau ku kenang, atau memang sebenarnya tak ada yang menyakitkan. Ah… bagi ku sekarang, semua kisah masa kecil dulu menyenangkan. Masa-masa yang aku habiskan bersama “ Mak Buah” (sebutan buyut). sebelum rumah ayah ku dibangun di Desa Matang Panyang Aceh Utara. Masa-masa yang aku habiskan bersama teman-teman, anak-anak kampung yang hanya kenal keceriaan itu. Ai… betapa indahnya.  Betapa besar anugerah Allah, anugerah pengalaman hidup yang begitu mengesankan itu.
Akan aku goreskan kenangan itu, tidak hanya di dalam ingatan, tapi juga dalam guratan kata-kata yang  ku rangkai menjadi sebuah kisah. Kisah masa kecil ku.  Oh….begitu banyak, hingga aku bingung mulai dari mana. Tapi selebihnya, menulis kisah ini begitu mengasyikkan. Perjalanan mengenang masa lalu. Masa kecil di tanah leluhur, Tanah Rencong tercinta.
Mulai saja saat aku selesai dri SD dasar. sebutan ku dikampung kadang (maman kadang juga Salman..) tapi apalah arti sebuah nama...
Saat itu ayahku bertanya mo lanjut kemana sekolahnya, yang terlintas dipikiran ku adalh SMP / MTsN. namun orang tua ku kurang berkenan kemudian menawarkan saya masuk ke PONPES saja. (Dialog Singkat)
Ayah : Salman kmu ke Pesantren ajha ya,,??
Saya : Ahh.. janganlah yahh, gaq asek gak biza plang2 kerumah..!!
Ayah : biza..!! Ntar saya beli lah smua apa y kamu minta..!! (lalu saut mamakku)
Ibu : Iya, ntar dikasih duet banyak, dibawakan makanan setiap hari, dibeli sepatu bola dan seluruh keperluan untuk hidup Mandiri (diasrama)... (sambil merayu)
Saya : (berpikir sejenak),... ya udah lah mak, tpi klo gaq betah pindah ya (pintaku).
Ayah dan Mamak : iyaaaa.....!! sambil tersenyum, 
Jadi pada tahun 1998, Indonesia Dalam keadaan krisi moneter tapi aku bersyukur dapat menempuh pendidikan yang memadai. dan pada saat itu juga aku jadi SANTRIWAN ( sebutan siswa PonPes Almuslimun Atjeh Utara, Lhoksukon. (Udah dulu ya,, besok malam kita sambung lagi..........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar