Selasa, 05 Juni 2012

ASUHAN KEPERAWATAN | ARTIKEL KESEHATAN: PROTAP : PEMASANGAN KONDOM KATETER

ASUHAN KEPERAWATAN | ARTIKEL KESEHATAN: PROTAP : PEMASANGAN KONDOM KATETER: 1. Pengertian Alat drainase urine eksternal yang mudah digunakan dan aman untuk mengalirkan urine pada klien 2. Tujuan a. Mengumpulkan ur...

SEMANGAT HIDUP PENDERITA KANKER

           Ada beberapa faktor pemicu timbulnya kanker yaitu  faktor keturunan, lingkungan dan gaya hidup, virus dan stres. Jenis kanker yang timbul dari faktor keturunan ialah kanker payudara kanker usus besar, kanker kulit dan kanker indung telur dan kanker mata atau retinoblastoma. Contoh kanker yang ditimbulkan dari faktor lingkungan adalah kanker paru-paru, kanker mulut dan tenggorokan ini dapat disebabkan karena merokok, menghirup asap rokok (perokok pasif) makan makanan yang tidak sehat seperti makanan yang terlalu banayak mengandung garam dan minum minuman beralkohol. Kanker yang disebabkan oleh virus contohnya ialah kanker serviks yang disebabkan oleh virus papilloma. Sedangkan faktor stres berperan karena jika seseorang stres maka daya tahan tubuh mereka akan rendah dan penyakit mudah menghampiri.
      Kanker yang sering diumpai pada anak-anak ialah retinoblastoma, kanker darah (leukemia), osteosarkoma (kanker tulang). Saat seminar ada sesi talk show dimana bintang tamunya seorang anak laki-laki yang menderita kanker darah (leukemia). Dia menjalani pengobatan dengan dorongan semangat dari keluarga serta kakak-kakak dari YPKI, sang ibu mengatakan ia semangat untuk membantu  sang anak mengahadapi kankernya. Memang faktor ekonomi sangat berpengaruh, namun sang ibu terus mencari jalan keluarnya hingga ia dapat karu gakin (keluarga miskin) yang membantu pengobatan sang anak. 
       Pada sesi tanya jawab ada seorang wanita bertanya, bahawa saudaranya yang menderita kanker payudara walaupun telah dioperasi namun tetap timbul kembali dan merenggut nyawanya, hal itu sama apa dengan apa yang saya alami, tante saya mengalami hal tersebut, kanker payudara merenggut nyawanya. Dokter nmengatakan walaupun telah dioperasi tunggu hasilnya paling tidak lima tahun ke depan, jika sudah lima tahun setelah dioperasi tudak timbul kemungkinan besar kanker iru sudah benar-benar hilang. Jadi harus tetap waspada terhadap penyakit itu. Paling tidak kita telah berusaha untuk melawan kanker itu. Dan menunjukkan semangat hidup bagi mereka yang masih memiliki kesempatan hidup. Tuhan menyayangi dan menyukai hambanya yang tidak mudah putus asa.
NB:
Tak siapapun bisa melawan takdir Allah. SWT. tapi kita harus tetap optimis untuk bertahan
hidup dengan memohon pertolongan kepada Allah SWT. dengan Jalan Shalat Dan sabar...!! :)

Rabu, 16 Mei 2012

Senam Nifas

SENAM NIFAS

Umumnya, wanita yang habis melahirkan kerap mengeluhkan bentuk tubuhnya yang melar. Meski harusnya dimaklumi, akibat membesarnya otot rahim karena pembesaran sel maupun pembesaran ukurannya selama hamil. Selain otot perut pun jadi memanjang sesuai pertumbuhan kehamilan. Setelah melahirkan, otot-otot tersebut akan mengendur. Belum lagi kondisi tubuh yang kurang prima lantaran letih dan tegang. Sementara peredaran darah dan pernapasan belum kembali normal. Hingga untuk membantu mengembalikan tubuh ke bentuk dan kondisi semula, tak bisa lain harus dengan latihan senam nifas yang teratur.
Manfaat lain senam nifas juga untuk mengencangkan otot perut, liang sanggama, otot-otot sekitar vagina maupun otot-otot dasar panggul, disamping melancarkan sirkulasi darah. Senam nifas sebaiknya dilakukan dalam waktu 24 jam setelah melahirkan, lalu secara teratur setiap hari. Sayangnya, para ibu kerap merasa takut melakukan gerakan demi gerakan setelah persalinan. Padahal 6 jam setelah persalinan normal atau 8 jam setelah operasi sesar, ibu sudah boleh melakukan mobilisasi dini, termasuk senam nifas. Dengan melakukan senam nifas segera mungkin, hasil yang didapat pun diharapkan bisa optimal. Tentunya lakukan secara bertahap.
Tak kalah penting, tegas Hasnah, dengan melakukan senam nifas, kondisi umum ibu jadi lebih baik. Rehabilitasi atau pemulihan jadi bisa lebih cepat, contohnya. Kemungkinan terkena infeksi pun kecil karena sirkulasi darahnya bagus.
Selain menumbuhkan/memperbaiki nafsu makan, hingga asupan makannya bisa mencukupi kebutuhannya. Paling tidak, dengan melakukan senam nifas, ibu tak terlihat lesu ataupun emosional.
Tentu saja, jelas Dra. Ira Kusyairi Dipl. Pt., fisioterapis dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, bentuk latihan senam antara ibu yang habis melahirkan normal dengan yang sesar tidaklah sama. Pada mereka yang sesar, beberapa jam setelah keluar dari kamar operasi, pernapasanlah yang dilatih guna mempercepat penyembuhan luka. Sementara latihan untuk mengencangkan otot perut dan melancarkan sirkulasi darah di tungkai baru dilakukan 2-3 hari setelah ibu dapat bangun dari tempat tidur. Sedangkan pada persalinan normal, bila keadaan ibu cukup baik, semua gerakan senam bisa dilakukan.
Namun meski kegunaannya banyak, tak semua ibu usai melahirkan dapat melakukan senam nifas. “Seperti halnya senam hamil, senam ini pun harus dengan rekomendasi dokter,” bilang Ira. Bahkan untuk ibu-ibu yang mengalami komplikasi selama persalinan tentu tak dibolehkan melakukan senam nifas. Demikian juga untuk kelainan-kelainan seperti jantung, ginjal atau diabetes. Jangankan senam, mereka malah diharuskan istirahat total sekitar 2 minggu. Ibu dengan kelainan jantung, misal, bila disuruh banyak beraktivitas, tentu akan makin capek yang membuat kerja jantungnya makin payah.
Dedeh
Tujuan senam nifas
Tujuan senaam nifas di antaranya:
a. Memperlancar terjadinya proses involusi uteri (kembalinya rahim ke bentuk semula).
b. Mempercepat pemulihan kondisi tubuh ibu setelah melahirkan pada kondisi semula.
c. Mencegah komplikasi yang mungkin timbul selama menjalani masa nifas.
d. Memelihara dan memperkuat kekuatan otot perut, otot dasar panggul, serta otot pergerakan.
e. Memperbaiki sirkulasi darah, sikap tubuh setelah hamil dan melahirkan, tonus otot pelvis, regangan otot tungkai bawah.
f. Menghindaripembengkakan pada pergelangan kaki dan mencegah timbulnya varises.
Manfaat senam nifas
a. Membantu penyembuhan rahim, perut, dan otot pinggul yang mengalami trauma serta mempercepat kembalinya bagian-bagian tersebut kebentuk normal.
b. Membantu menormalkan sendi-sendi yang menjadi longgar diakibatkan kehamilan.
c. Menghasilkan manfaat psikologis menambah kemampuan menghadapi stress dan bersantai sehingga mengurangi depresi pasca persalinan.
Syarat senam nifas
Senam nifas dapat di lakukan setelah persalinan, tetapi dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Untuk ibu melahirkan yang sehat dan tidak ada kelainan.
b. Senam ini dilakukan setelah 6 jam persalinan dan dilakukan di rumah sakit atau rumah bersalin, dan diulang terus di rumah.
Kerugian Bila Tidak Melakukan senam nifas
a. Infeksi karena involusi uterus yang tidak baik sehingga sisa darah tidak dapat dikeluarkan.
b. Perdarahan yang abnormal, kontraksi uterus baik sehingga resiko perdarahan yang abnormal dapat dihindarkan.
c. Trombosis vena (sumbatan vena oleh bekuan darah).
d. Timbul varises.
Latihan senam nifas
1) Hari pertama, sikap tubih terlentang dan rileks, kemudian lakukan pernafasan perut diawali dengan mengambil nafas melalui hidung dan tahan 3 detik kemudian buang melalui mulut, Lakukan 5-10 kali.
Rasional :
Setelah melahirkan peredaran darah dan pernafasan belum kembali normal. Latihan pernafasan ini ditujukan untuk memperlancar peredaran darah dan pernafasan. Seluruh organ-organ tubuh akan teroksigenasi dengan baik sehingga hal ini juga akan membantu proses pemulihan tubuh.
2) Hari kedua, sikap tubuh terlentang, Kedua tangan dibuka lebar hingga sejajar dengan bahu kemudian pertemukan kedua tangan tersebut tepat di atas muka. Lakukan 5-10 kali.
Rasional : Latihan ini di tujukan untuk memulihakan dan menguatkan kembali otot-otot lengan.
3) Hari ketiga, sikap tubuh terlentang, kedua kaki agak dibengkokkan sehingga kedua telapak kaki berada dibawah. Lalu angkat pantat ibu dan tahan hingga hitungan ketiga lalu turunkan pantat keposisi semula. Ulangi 5-10 kali.
Rasional :
Latihan ini di tujukan untuk menguatkan kembali otot-otot daar panggul yang sebelumnya otot-otot ini bekerja dengan keras selama kehamilan dan persalinan.
4) Hari keempat, tidur terlentang dan kaki ditekuk ± 45°, kemudian salah satu tangan memegang perut setelah itu angkat tubuh ibu ± 45° dan tahan hingga hitungan ketiga.
Rasional :
Latihan ini di tujukan untuk memulihakan dan menguatkan kembali otot-otot punggung.
5) Hari kelima, tidur terlentang, salah satu kaki ditekuk ± 45°, kemudian angkat tubuh dan tangan yang berseberangan dengan kaki yang ditekuk usahakan tangan menyentuh lutut. Gerakan ini dilakukan secara bergantian hingga 5 kali.
Rasional :
Latihan ini bertujuan untuk elatih sekaligus otot-otot tubuh diantaranya otot-otot punggung, otot-otot bagian perut, dan otot-otot paha.
6) Hari keenam, Sikap tubuh terlentang kemudian tarik kaki sehingga paha membentuk 90° lakukan secara bergantian hingga 5 kali.
Rasional:
Latihan ini ditujukan untuk menguatkan otot-otot di kaki yang selama kehamilan menyangga beban yang berat. Selain itu untuk memperlancar sirkulasi di daerah kaki sehingga mengurangi resiko edema kaki.
GAMBAR SENAM NIFAS
1.Berbaring dengan lutut di tekuk. Tempatkan tangan diatas perut di bawah area iga-iga. Napas dalam dan lambat melalui hidung dan kemudian keluarkan melalui mulut, kencangkan dinding abdomen untuk membantu mengosongkan paru-paru
2.Berbaring telentang, lengan dikeataskan diatas kepala, telapak terbuka keatas. Kendurkan lengan kiri sedikit dan regangkan lengan kanan. Pada waktu yang bersamaaan rilekskan kaki kiri dan regangkan kaki kanan sehingga ada regangan penuh pada seluruh bagian kanan tubuh.
3.Kontraksi vagina. Berbaring telentang. Kedua kaki sedikit diregangkan. Tarik dasar panggul, tahan selama tiga detik dan kemudian rileks.
4.Memiringkan panggul. Berbaring, lutut ditekuk. Kontraksikan/kencangkan otot-otot perut sampai tulang punggung mendatar dan kencangkan otot-otot bokong tahan 3 detik kemudian rileks.
5.Berbaring telentang, lutut ditekuk, lengan dijulurkan ke lutut. Angkat kepala dan bahu kira-kira 45 derajat, tahan 3 detik dan rilekskan dengan perlahan.
6.Posisi yang sama seperti diatas. Tempatkan lengan lurus di bagian luar lutut kiri.
7.Tidur telentang, kedua lengan di bawah kepala dan kedua kaki diluruskan. angkat kedua kaki sehingga pinggul dan lutut mendekati badan semaksimal mungkin. Lalu luruskan dan angkat kaki kiri dan kanan vertical dan perlahan-lahan turunkan kembali ke lantai.
8.tidur telentang dengan kaki terangkat ke atas, dengan jalan meletakkan kursi di ujung kasur, badan agak melengkung dengan letak pada dan kaki bawah lebih atas. Lakukan gerakan pada jari-jari kaki seperti mencakar dan meregangkan. Lakukan ini selama setengah menit.
9.Gerakan ujung kaki secara teratur seperti lingkaran dari luar ke dalam dan dari dalam keluar. Lakukan gerakan ini selama setengah menit.
10.Lakukan gerakan telapak kaki kiri dan kanan ke atas dan ke bawah seperti gerakan menggergaji. Lakukan selama setengah menit.
11.Tidur telentang kedua tangan bebas bergerak. Lakukan gerakan dimana lutut mendekati badan, bergantian kaki kiri dan kaki kanan, sedangkan tangan memegang ujung kaki, dan urutlah mulai dari ujung kaki sampai batas betis, lutut dan paha. Lakukan gerakan ini 8 sampai 10 setiap hari.
12.berbaring telentang, kaki terangkan ke atas, kedua tangan di bawah kepala. Jepitlah bantal diantara kedua kakidan tekanlah sekuat-kkuatnya. Pada waktu bersamaan angkatlah pantat dari kasur dengan melengkungkan badan. Lakukan sebanyak 4 sampai 6 kali selama setengah menit.
13.Tidur telentang, kaki terangkat ke atas, kedua lengan di samping badan. kaki kanan disilangkan di atas kaki kiri dan tekan yang kuat. Pada saat yang sama tegangkan kaki dan kendorkan lagi perlahan-lahan dalam gerakan selama 4 detik. Lakukanlah ini 4 sampai 6 kali selama setengah menit.
Apa tujuan latihan Sikap tubuh terlentang menarik kaki sehingga paha membentuk 90° ?
a. Menguatkan otot-otot punggung.
b. Menguatkan otot-otot di kaki dan memperlancar sirkulasi sehingga mengurangi resiko edema kaki
c. Menguatkan otot-otot bagian perut.
d. Menguatkan kembali otot-otot dasar panggul
Pro-Kontra Penggunaan Bengkung/Gurita
Secara tradisional, terang Ny. Koesmariyah H.R. Soedjak Ranoekoesoemo, penggunaan bengkung dan gurita diyakini bisa melangsingkan kembali perut yang melar. Bila dianggap merepotkan, penggunaan step in yang praktis karena tinggal memasang kaitannya bisa dijadikan alternatif. Sebaliknya, menurut Chairulsjah, soal stagen sampai saat ini masih mengundang kontroversi. Ada yang mengatakan akan lebih cepat pemulihannya. Namun tak sedikit pula yang berprinsip boleh memakai tapi sekadarnya saja atau malah tegas-tegas melarang.
Pertimbangannya, penggunaan stagen yang diikat terlalu kuat hanya akan membuat tekanan intraabdomen di dalam rongga perut terlalu tinggi. Akibatnya, organ-organ yang berada di rongga perut tertekan sedemikian rupa. Termasuk rahim yang lambat laun akan turun hingga terjadilah prolapsus uteri. Belum lagi keluhan sesak napas yang dirasa menyiksa. Begitu juga kulit perut yang jadi lembab karena keringat yang tertahan “mengundang” infeksi. Sayangnya, bilang Chairulsjah, penggunaan gurita seolah sudah jadi keharusan. Hingga si ibu memang sulit menolak bila anjuran datang dari segala penjuru.(YANTI)
gambar senam nifas

Senin, 14 Mei 2012

Salman Nur: Tips Menjaga Sholat 5 waktu

Salman Nur: Tips Menjaga Sholat 5 waktu: Untuk mendapatkan shalat yang khusyu’ perlu adanya persiapan-persiapan, sedangkan persiapan yang saya dimaksud adalah persiapan bathin dan... facebook

Tips Menjaga Sholat 5 waktu

Untuk mendapatkan shalat yang khusyu’ perlu adanya persiapan-persiapan, sedangkan persiapan yang saya dimaksud adalah persiapan bathin dan persiapan fisik beserta sarana-sarananya....
Persiapan bathin diantaranya:

  1. Menghadirkan dalam hati untuk apa kita ada di dunia.  Kita hidup di dunia yakni untuk beribadah kepada Allah Rabb semesta alam. Diantara ibadah yang diperintahkan kepada kita adalah shalat. Maka mengerjakan shalat adalah kewajiban kita sebagai hamba Allah yang wajib ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Kalau kita hendak menghadap Bos (atasan, juragan dll) saja perlu adanya persiapan yang mantap, apalagi kita hendak menghadap Dzat yang menciptakan kita dan seluruh jagat raya. Bagaimana persiapan kita???
  2. Hadirkan dalam hati bahwa ibadah shalat adalah ibadah yang pertama kali diwajibkan dan termasuk amal perbuatan manusia yang pertama kali dihisab (diperhitungkan) pada hari kiamat, maka kita akan melaksanakan shalat sebaik-sebaik shalat agar kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung.
  3. Jika kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada menit-menit berikutnya, apatah lagi kita tidak tahu apakah menit berikutnya kita masih hidup?? Maka hadirkan dalam hati bahwa shalat yang kita kerjakan pada saat ini adalah sebagai shalat terakhir kita di dunia.
  4. Hadirkan dalam hati bahwa perbuatan dosa yang kita lakukan seperti kelalaian dalam menyambut seruan-Nya, kedurhakaan, kufur nikmat dan dosa-dosa lainnya sudah membuncah memenuhi langit dan bumi, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa tersebut kecuali rahmat Allah yang kita harapkan, maka hadirkan dalam hati kita bahwa shalat yang akan kita kerjakan adalah shalat terakhir kita yang diharapkan dapat menghapus dosa-dosa yang pernah kita lakukan.
  5. Tanamkan dalam hati bahwa hari-hari setelah kematian kita adalah hari-hari yang sangat mengerikan sebelum datangnya hari kiamat. Hadirkan dalam hati, semoga shalat yang kita kerjakan sebagai amal sholeh yang diterima dan sebagai syafa’at di alam kubur dan di hari kiamat nanti. Apakah sholat kita yang terakhir ini akan kita sia-siakan????
  6. Dan masih banyak lagi peringatan-peringatan lainnya untuk menyadarkan hati kita agar kita tidak lalai dalam shalat.
Persiapan fisik beserta sarana-sarananya diantaranya:
Perbanyak dzikrullah di waktu-waktu yang luang seperti istighar, tasbih, tahlil, tahmid dll. Baju yang kotor lebih layak untuk dibersihkan, sebelum diberi wewangian atau perhiasan lainnya. Maka jiwa yang berdosa lebih layak untuk memperbanyak taubat dan istighfar agar hati menjadi lunak dan lembut menerima setiap kebenaran yang datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Diantara kebenaran yang datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah perintah shalat!
  1. Bersihkan tempat dan pakaian kita dari hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan shalat. Bersih dari najis, suara musik atau suara gaduh, gambar-gambar, patung, minuman khamr dan hal-hal lain yang dapat mengganggu kekhusyukkan shalat.
  2. Pahami dan pelajari tentang kaifiyat shalat baik rukun dan syarat-syarat sahnya shalat. Memahami setiap bacaan shalat akan dapat membantu kita dalam melaksanakan shalat yang khusyu’. Bagaimana pendapat kita jika seseorang berkomunikasi di hadapan seorang raja sedangkan ia tidak memahami apa yang ia ucapkan? Dapatkah ia mendapatkan keridhaan raja atau hukuman?
  3. Jaga perut agar tidak terlalu kenyang atau lapar. Perut yang kenyang menyebabkan kantuk, sedangkan perut yang lapar akan hilang konsentrasi.
  4. Selesaikan segala urusan yang akan menganggu kekhusyukan shalat 1 jam sebelum shalat dimulai atau ditunda terlebih dahulu.
  5. Pakailah pakaian atau mukena yang terbaik untuk shalat, yang bersih dari kotoran dan najis serta gambar-gambar yang bernyawa.
  6. Kenakan wangi-wangian bagi lelaki sebelum melaksanakan shalat, sedangkan untuk wanita boleh memakai wangi-wangian di dalam rumah. Jika ia hendak keluar rumah untuk melaksanakan shalat berjama’ah maka ada larangan bagi wanita memakai wewangian diluar rumahnya.
  7. Berjalan dengan tenang menuju tempat shalat, tidak tergesa-gesa agar denyut nadi dalam keadaan tenang sebelum melaksanakan shalat.
  8. Berwudhu’lah dengan tertib dan thuma’minah agar tidak ada anggota wudhu’ yang terlewatkan. Dan jangan lupa berdoa setelah selesai mengerjakan wudhu’.
  9. Lakukan shalat di awal waktu, jangan ditunda-tunda. Shalat berjama’ah di masjid lebih utama dikerjakan dibandingkan shalat sendirian di rumah.
  10. Berdirilah shalat dengan menghadap sutrah (pembatas shalat) agar shalat kita tidak terputus karena ada sesuatu yang dapat membatalkannya.
  11. Mohonlah perlindungan kepada Allah sebelum melakukan shalat dengan membaca ta’awudz.
  12. Hadapkan seluruh jiwa raga kita kepada Allah ‘Azza wa Jalla saat kita mengerjakan shalat. Dalam kitab Kasyful Ghitha, hal. 137-138 disebutkan bahwa rahasia, ruh dan inti shalat adalah menghadapkan seluruh jiwa raga kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Ka’bah yang merupakan rumah Allah adalah Kiblat bagi wajah dan badan orang yang melakukan shalat. Dan pemilik rumah itu (Ka’bah), yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah kiblat hati dan ruhnya. Allah akan menghadap kepada seorang hamba di dalam shalat selama hamba itu menghadapkan wajah dan hatinya kepada Allah. Jika ia berpaling maka Allah akan berpaling darinya.
    Perjalanan hidup di dunia hanyalah sebentar. Tidak akan lama … Semoga kita bisa bertahan dalam menapaki sisa umur kita dengan selalu menjalankan ketaatan kepada-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

    Saudaraku! Bertahan … dan selalu bertahan serta sabar dalam keimanan hingga selamat di penghujung usia dengan husnul khatimah. Semoga Allah senantiasa mengampuni dan merahmati kita fied dunya wal akhirat. Aamien. Allahumma Aamien.

    “Ya Allah… Karuniakan kepada kami keberanian serta kemampuan untuk mengubah apa yang bisa diubah, ketabahan dalam menerima apa yang tidak bisa diubah dan kebijakan untuk membedakan keduanya.”

    “Ya Allah… Karuniakan kepada kami ketenangan jiwa, yaqin akan saat perjumpaan dengan-Mu dan ridha dengan segala ketentuan-Mu.” by Salman Nur Abdullah....Salmannurskep@gmail.com 

Jumat, 11 Mei 2012

Cerita Masa Kecil KU


Ketika masih kecil masih ingat dalam angan saya dimana, akan selalu ditanya, apa cita-citamu setelah besar nanti; Yang tergambar dalam benak saya ketika ditanya seperti itu adalah “terbayang bahwa saya menjadi seseorang yang begitu membanggakan, dikagumi banyak orang dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain, inti-nya jadi orang yang begitu heroik dan mulia". 
Nah teman, pada tulisanku kali ini, marilah sejenak ku ajak kalian utk flashback terlebih dahulu ke kehidupan masa kecil kita. Coba kalian bayangkan..terus bayangkan..jangan lanjutkan membaca sebelum kalian selesai membayangkan..terus bayangkan… Yeaah, indah bukan? Saya yakin masing-masing dari kalian punya kenangan masa kecil yg sangat indah, termasuk saya pribadi.
Aku rindu masa-masa kecil dulu. Masa-masa yang telah lama aku tinggalkan. Masa kecil yang penuh kenangan, menyenangkan, karena yang menyakitkan tak pernah mau ku kenang, atau memang sebenarnya tak ada yang menyakitkan. Ah… bagi ku sekarang, semua kisah masa kecil dulu menyenangkan. Masa-masa yang aku habiskan bersama “ Mak Buah” (sebutan buyut). sebelum rumah ayah ku dibangun di Desa Matang Panyang Aceh Utara. Masa-masa yang aku habiskan bersama teman-teman, anak-anak kampung yang hanya kenal keceriaan itu. Ai… betapa indahnya.  Betapa besar anugerah Allah, anugerah pengalaman hidup yang begitu mengesankan itu.
Akan aku goreskan kenangan itu, tidak hanya di dalam ingatan, tapi juga dalam guratan kata-kata yang  ku rangkai menjadi sebuah kisah. Kisah masa kecil ku.  Oh….begitu banyak, hingga aku bingung mulai dari mana. Tapi selebihnya, menulis kisah ini begitu mengasyikkan. Perjalanan mengenang masa lalu. Masa kecil di tanah leluhur, Tanah Rencong tercinta.
Mulai saja saat aku selesai dri SD dasar. sebutan ku dikampung kadang (maman kadang juga Salman..) tapi apalah arti sebuah nama...
Saat itu ayahku bertanya mo lanjut kemana sekolahnya, yang terlintas dipikiran ku adalh SMP / MTsN. namun orang tua ku kurang berkenan kemudian menawarkan saya masuk ke PONPES saja. (Dialog Singkat)
Ayah : Salman kmu ke Pesantren ajha ya,,??
Saya : Ahh.. janganlah yahh, gaq asek gak biza plang2 kerumah..!!
Ayah : biza..!! Ntar saya beli lah smua apa y kamu minta..!! (lalu saut mamakku)
Ibu : Iya, ntar dikasih duet banyak, dibawakan makanan setiap hari, dibeli sepatu bola dan seluruh keperluan untuk hidup Mandiri (diasrama)... (sambil merayu)
Saya : (berpikir sejenak),... ya udah lah mak, tpi klo gaq betah pindah ya (pintaku).
Ayah dan Mamak : iyaaaa.....!! sambil tersenyum, 
Jadi pada tahun 1998, Indonesia Dalam keadaan krisi moneter tapi aku bersyukur dapat menempuh pendidikan yang memadai. dan pada saat itu juga aku jadi SANTRIWAN ( sebutan siswa PonPes Almuslimun Atjeh Utara, Lhoksukon. (Udah dulu ya,, besok malam kita sambung lagi..........

Selasa, 08 Mei 2012

Korelasi Linear Berganda

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Regresi artinya peramalan, penaksiran, atau pendugaan pertama kali di perkenalkan pada tahun 1877 oleh Sir Francis Galton (1822 – 1911). Sehubungan dengan penelitiannya terhadap tinggi manusia. Penelitian tersebut membandingkan antara tinggi anak laki-laki dan tinggi badan ayahnya. B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini yaitu : 1. Bagaimana hubungan linear lebih dari dua variabel 2. Bagaimana menggunakan persamaan linear berganda C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu : 1. Mengetahui penggunaan rumus-rumus yang berlaku pada regresi dan kolinear berganda 2. Pengaplikasikan rumus-rumus regresi dan kolinear berganda pada suatu penelitian BAB II PEMBAHASAN REGRESI DAN KORELASI LINEAR BERGANDA A. Regresi Linear Berganda 1. Hubungan liniear lebih dari dua variabel Regresi artinya peramalan penaksiran atau pendugaan pertama kali diperkenalkan pada tahun 1877 oleh Sir Francis Galtoon (1822-1911). Analisis regresi digunakan untuk menentukan bentuk dari hubungan antar variabel. Tujuan utama dalam penggunaan analisis itu adalah untuk meramalkan atau memperkirakan nilai dari suatu variabel dalam hubungannya dengan variabel yang lain. Disamping hubungan linear dua variabel, hubungan linear dari dua variabel bisa juga terjadi misalnya; hubungan antara hasil penjualan dengan harga dan daya beli. Hubungan linear lebih dari dua variabel bila dinyatakan dalam bentuk persamaan matematis adalah : Y = a + b1x1 + b2x2 +……………bkxk + Keterangan : x, x1, x2……..xk = variabel-variabel a, b1, b2……..bk = bilangan konstan (konstanta) koefisien variabel 2. Persamaan regresi linear berganda Regresi linear berganda adalah regresi dimana variabel terikatnya (Y) dihubungkan atau dijelaskan lebih dari satu variabel, mungkin dua, tiga dan seterusnya variabel bebas (x, x1, x2……..xn ) namun masih menunjukkan diagram hubungan yang linear. Penambahan variabel bebas ini diharapkan dapat lebih menjelaskan karakteristik hubungan yang ada walaupun masih saja ada variabel yang terabaikan. Bentuk umum dari persamaan linear berganda dapat ditulis sebagai berikut: a. Bentuk stokastik = a + b1x1 + b2x2 + b3x3 ……………bkxk + c b. Bentuk non stokastik = a + b1x1 + b2x2 + b3x3……………bkxk Keterangan : Variabel terikat (nilai duga y) a, b1, b2 b3……..bk : koefisien regresi x1, x2 x3……..xk : variabel bebas e : kesalahan pengganggu B. Pendugaan dan Pengujian Koefisien Regresi 1. Kesalahan baku regresi dan koefisien regresi berganda Kesalahan baku atau selisih taksir standar regresi adalah nilai menyatakan seberapa jauh menyimpangnya nilai regresi tersebut terhadap nilai sebenarnya. Nilai ini digunakan untuk mengukur tingkat ketepatan suatu pendugaan dalam menduga nilai. Jika nilai ini sama dengan nol maka penduga tersebut memiliki tingkat ketepatan 100%. Kesalahan baku atau selisih taksir standar regresi berganda dirumuskan Se = Keterangan Se : Kesalahan baku regresi berganda n : Jumlah pasangan observasi m : jumlah konstant dalam persamaan regresi berganda. Untuk koefisien b1 dan b2 kesalahan bakunya dirumuskan Sb1 = Sb2 = 2. Pendugaan interval koefisien regresi berganda (parameter B1 dan B2) Parameter B1 dan B2 sering juga disebut sebagai koefisien regresi parsial. Pendugaan parameter B1 dan B2 menggunakan distribusi t dengan derajat bebas db = n – m secara umum pendugaan parameter B1 dan B2 adalah : b1 – ta/2n-m Sbi  Bi  bi + ta/2n-m Sbi i = 2,3 3. Pengujian hipotesis koefisien regresi berganda (parameter B1 dan B2) Pengujian hipotesis bagi koefisien regresi berganda atau regresi parsial parameter B1 dan B2 dapat dibedakan menjadi 2 bentuk, yaitu pengujian hipotesis serentak dan pengujian hipotesis individual. Pengujian hipotesis individual yaitu merupakan pengujian hipotesis koefisien regresi berganda dengan hanya satu B (B1 dan B2) yang mempunyai pengaruh Y. pengujian hipotesis serentak merupakan pengujian hipotesis koefisien regresi berganda dengan B1 dan B2 serentak atau bersama-sama mempengaruhi Y. C. Peramalan dengan Regresi Linear Berganda Peramalan terhadap nilai Y dengan menggunakan regresi linear berganda, dapat dilakukan apabila persamaan garis regresinya sudah diestimasi dan nilai variabel bebas x1, x2 sudah diketahui. Suatu persamaan garis regresi linear berganda dapat dipakai dalam peramalan dengan terlebih dahulu melakukan pengujian hipotesis terhadap koefisien-koefisien regresi parsialnya. Tujuan ialah mengetahui variabel-variabel bebas yang digunakan itu memiliki pengaruh yang nyata atau tidak terhadap y tersebut. Variabel bebas x1 dan x2 disebut memiliki pengaruh yang nyata apabila dalam pengujian hipotesis koefisien parsialnya H0 : B1 = B2 = 0 ditolak atau H1 : B1  B2  0 diterima, khususnya pada taraf nyata 1% Kelebihan peramalan y dengan menggunakan regresi linear berganda adalah dapat diketahui besarnya pengaruh secara kuantitatif setiap variabel bebas (x1 atau x2) apabila pengaruh variabelnya dianggap konstan. Misalnya sebuah persamaan regresi berganda y = a + b1x1 + b2x2 Keterangan : y : Nilai statistik mahasiswa x1 : Nilai inteligensi mahasiswa x2 : Frekuensi membolos mahasiswa b1 : Pengaruh x1 terhadap y jika x2 konstan b2 : Pengaruh x2 terhadap y jika x1 konstan jika a = 17,547; b1 = 0,642; b2 = - 0,284 maka persamaan regresi linear bergandanya menjadi = 17,547 + 0,624 (75) – 0,284 (4) Dengan persamaan regresi linear berganda tersebut, nilai y (nilai statistik maha siswa) dapat diramalkan dengan mengetahui nilai x1 (nilai inteligensi mahasiswa) dan x2 (frekuensi membolos mahasiswa) misalkan, nilai x1 = 75 dan x2 = 24 maka ramalan nilai y adalah = 17,547 + 0,624 (75) – 0,284 (4) = 63.211 Penulisan persamaan garis regresi linear berganda biasanya disertai dengan kesalahan baku masing-masing variabel bebas dan koefisien determinasi berganda r2, sebagai ukuran tepat atau tidaknya garis tersebut sehingga pendekatan. D. Korelasi Linear Berganda Korelasi linear berganda merupakan alat ukur mengenai hubungan yang terjadi antara variabel yang terikat. (variabel Y) dan dua atau lebih variabel bebas (x1, x2……xk). Analisis korelasinya menggunakan tiga koefisien korelasi yaitu koefisien determinasi berganda, koefisien korelasi berganda, dan koefisien korelasi parsial. 1. Korelasi linear berganda dengan dua variabel bebas a. Koefisien penentu berganda atau koefisien determinasi berganda Koefisien determinasi berganda, disimbolkan KPB y.12 atau R2 merupakan ukuran kesusaian garis regresi linear berganda terhadap suatu data. Rumus KPBy.12 = b. Koefisien korelasi berganda Koefisien korelasi berganda disimbolkan ry12 merupakan ukuran keeratan hubungan antara variabel terikat dan semua variabel bebas. Secara bersama-sama. Rumus : Ry.12 = c. Koefisien korelasi parsial Koefisien korelasi parsial merupakan koefisien korelasi antara dua variabel. Jika variabel lainnya konstan, pada hubungan yang melibatkan lebih dari dua variabel. Ada 3 koefisien korelasi parsial untuk hubungan yang melibatkan 3 variabel yaitu sebagai berikut : 1) Koefisien korelasi parsial antara y dan x1, apabila x2 konstan dirumuskan ry.12 = 2) Koefisien korelasi parsial antara y dan x2, apabila x1 konstan dirumuskan ry.12 = 3) Koefisien korelasi parsial antara x1 dan x2 apabila y konstan dirumuskan R12y = 2. Korelasi linear berganda dengan 3 variabel bebas a. Koefisien penentu berganda KPB = b. Koefisien korelasi berganda ry123 = BAB III PENUTUP A. Kesimpulan • Regresi linear berganda terbagi dua yaitu hubungan linear dari dua variabel dan persamaan regresi linear berganda • Pendugaan dan pengujian koefisien regresi yaitu 1) Kesalahan baku regresi dan koefisien regresi berganda 2) Pendugaan interval koefisien regresi berganda 3) Pengujian hipotesis koefisien regresi berganda • Korelasi linear berganda terbagi dua yaitu : 1) Korelasi linear berganda dengan dua variabel bebas 2) Korelasi linear berganda dengan tiga variabel bebas. B. Saran Agar strategi pembelajaran statistik berjalan dengan baik, harusnya setiap materi di bahas dengan sedetail mungkin, agar perkuliahan ini berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA Anto, Dajan, 1991. Pengantar Metode Statistik. Jilid 2. Jakarta : LP3 S Arif, Karseno. 1995. Statistik I. Jakarta: Karunika Hasan, Ikbal. 2003. P
okok-pokok Materi Statistik 2. Jakarta: Bumi Aksara.

Senin, 23 Januari 2012

MENGOBATI SUSAH TIDUR www.metris-community.com Cara mengatasi insomnia. Susah tidur adalah kesukaran untuk memulai tidur ataupun mempertahankan tidur. beberapa tips untuk mengobati dan menghilangkan insomniam/cara-mengatasi-insomnia-susah-tidur/"> http://www.metris-community.com/cara-mengatasi-insomnia-susah-tidur/