Rabu, 16 Mei 2012

Senam Nifas

SENAM NIFAS

Umumnya, wanita yang habis melahirkan kerap mengeluhkan bentuk tubuhnya yang melar. Meski harusnya dimaklumi, akibat membesarnya otot rahim karena pembesaran sel maupun pembesaran ukurannya selama hamil. Selain otot perut pun jadi memanjang sesuai pertumbuhan kehamilan. Setelah melahirkan, otot-otot tersebut akan mengendur. Belum lagi kondisi tubuh yang kurang prima lantaran letih dan tegang. Sementara peredaran darah dan pernapasan belum kembali normal. Hingga untuk membantu mengembalikan tubuh ke bentuk dan kondisi semula, tak bisa lain harus dengan latihan senam nifas yang teratur.
Manfaat lain senam nifas juga untuk mengencangkan otot perut, liang sanggama, otot-otot sekitar vagina maupun otot-otot dasar panggul, disamping melancarkan sirkulasi darah. Senam nifas sebaiknya dilakukan dalam waktu 24 jam setelah melahirkan, lalu secara teratur setiap hari. Sayangnya, para ibu kerap merasa takut melakukan gerakan demi gerakan setelah persalinan. Padahal 6 jam setelah persalinan normal atau 8 jam setelah operasi sesar, ibu sudah boleh melakukan mobilisasi dini, termasuk senam nifas. Dengan melakukan senam nifas segera mungkin, hasil yang didapat pun diharapkan bisa optimal. Tentunya lakukan secara bertahap.
Tak kalah penting, tegas Hasnah, dengan melakukan senam nifas, kondisi umum ibu jadi lebih baik. Rehabilitasi atau pemulihan jadi bisa lebih cepat, contohnya. Kemungkinan terkena infeksi pun kecil karena sirkulasi darahnya bagus.
Selain menumbuhkan/memperbaiki nafsu makan, hingga asupan makannya bisa mencukupi kebutuhannya. Paling tidak, dengan melakukan senam nifas, ibu tak terlihat lesu ataupun emosional.
Tentu saja, jelas Dra. Ira Kusyairi Dipl. Pt., fisioterapis dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, bentuk latihan senam antara ibu yang habis melahirkan normal dengan yang sesar tidaklah sama. Pada mereka yang sesar, beberapa jam setelah keluar dari kamar operasi, pernapasanlah yang dilatih guna mempercepat penyembuhan luka. Sementara latihan untuk mengencangkan otot perut dan melancarkan sirkulasi darah di tungkai baru dilakukan 2-3 hari setelah ibu dapat bangun dari tempat tidur. Sedangkan pada persalinan normal, bila keadaan ibu cukup baik, semua gerakan senam bisa dilakukan.
Namun meski kegunaannya banyak, tak semua ibu usai melahirkan dapat melakukan senam nifas. “Seperti halnya senam hamil, senam ini pun harus dengan rekomendasi dokter,” bilang Ira. Bahkan untuk ibu-ibu yang mengalami komplikasi selama persalinan tentu tak dibolehkan melakukan senam nifas. Demikian juga untuk kelainan-kelainan seperti jantung, ginjal atau diabetes. Jangankan senam, mereka malah diharuskan istirahat total sekitar 2 minggu. Ibu dengan kelainan jantung, misal, bila disuruh banyak beraktivitas, tentu akan makin capek yang membuat kerja jantungnya makin payah.
Dedeh
Tujuan senam nifas
Tujuan senaam nifas di antaranya:
a. Memperlancar terjadinya proses involusi uteri (kembalinya rahim ke bentuk semula).
b. Mempercepat pemulihan kondisi tubuh ibu setelah melahirkan pada kondisi semula.
c. Mencegah komplikasi yang mungkin timbul selama menjalani masa nifas.
d. Memelihara dan memperkuat kekuatan otot perut, otot dasar panggul, serta otot pergerakan.
e. Memperbaiki sirkulasi darah, sikap tubuh setelah hamil dan melahirkan, tonus otot pelvis, regangan otot tungkai bawah.
f. Menghindaripembengkakan pada pergelangan kaki dan mencegah timbulnya varises.
Manfaat senam nifas
a. Membantu penyembuhan rahim, perut, dan otot pinggul yang mengalami trauma serta mempercepat kembalinya bagian-bagian tersebut kebentuk normal.
b. Membantu menormalkan sendi-sendi yang menjadi longgar diakibatkan kehamilan.
c. Menghasilkan manfaat psikologis menambah kemampuan menghadapi stress dan bersantai sehingga mengurangi depresi pasca persalinan.
Syarat senam nifas
Senam nifas dapat di lakukan setelah persalinan, tetapi dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Untuk ibu melahirkan yang sehat dan tidak ada kelainan.
b. Senam ini dilakukan setelah 6 jam persalinan dan dilakukan di rumah sakit atau rumah bersalin, dan diulang terus di rumah.
Kerugian Bila Tidak Melakukan senam nifas
a. Infeksi karena involusi uterus yang tidak baik sehingga sisa darah tidak dapat dikeluarkan.
b. Perdarahan yang abnormal, kontraksi uterus baik sehingga resiko perdarahan yang abnormal dapat dihindarkan.
c. Trombosis vena (sumbatan vena oleh bekuan darah).
d. Timbul varises.
Latihan senam nifas
1) Hari pertama, sikap tubih terlentang dan rileks, kemudian lakukan pernafasan perut diawali dengan mengambil nafas melalui hidung dan tahan 3 detik kemudian buang melalui mulut, Lakukan 5-10 kali.
Rasional :
Setelah melahirkan peredaran darah dan pernafasan belum kembali normal. Latihan pernafasan ini ditujukan untuk memperlancar peredaran darah dan pernafasan. Seluruh organ-organ tubuh akan teroksigenasi dengan baik sehingga hal ini juga akan membantu proses pemulihan tubuh.
2) Hari kedua, sikap tubuh terlentang, Kedua tangan dibuka lebar hingga sejajar dengan bahu kemudian pertemukan kedua tangan tersebut tepat di atas muka. Lakukan 5-10 kali.
Rasional : Latihan ini di tujukan untuk memulihakan dan menguatkan kembali otot-otot lengan.
3) Hari ketiga, sikap tubuh terlentang, kedua kaki agak dibengkokkan sehingga kedua telapak kaki berada dibawah. Lalu angkat pantat ibu dan tahan hingga hitungan ketiga lalu turunkan pantat keposisi semula. Ulangi 5-10 kali.
Rasional :
Latihan ini di tujukan untuk menguatkan kembali otot-otot daar panggul yang sebelumnya otot-otot ini bekerja dengan keras selama kehamilan dan persalinan.
4) Hari keempat, tidur terlentang dan kaki ditekuk ± 45°, kemudian salah satu tangan memegang perut setelah itu angkat tubuh ibu ± 45° dan tahan hingga hitungan ketiga.
Rasional :
Latihan ini di tujukan untuk memulihakan dan menguatkan kembali otot-otot punggung.
5) Hari kelima, tidur terlentang, salah satu kaki ditekuk ± 45°, kemudian angkat tubuh dan tangan yang berseberangan dengan kaki yang ditekuk usahakan tangan menyentuh lutut. Gerakan ini dilakukan secara bergantian hingga 5 kali.
Rasional :
Latihan ini bertujuan untuk elatih sekaligus otot-otot tubuh diantaranya otot-otot punggung, otot-otot bagian perut, dan otot-otot paha.
6) Hari keenam, Sikap tubuh terlentang kemudian tarik kaki sehingga paha membentuk 90° lakukan secara bergantian hingga 5 kali.
Rasional:
Latihan ini ditujukan untuk menguatkan otot-otot di kaki yang selama kehamilan menyangga beban yang berat. Selain itu untuk memperlancar sirkulasi di daerah kaki sehingga mengurangi resiko edema kaki.
GAMBAR SENAM NIFAS
1.Berbaring dengan lutut di tekuk. Tempatkan tangan diatas perut di bawah area iga-iga. Napas dalam dan lambat melalui hidung dan kemudian keluarkan melalui mulut, kencangkan dinding abdomen untuk membantu mengosongkan paru-paru
2.Berbaring telentang, lengan dikeataskan diatas kepala, telapak terbuka keatas. Kendurkan lengan kiri sedikit dan regangkan lengan kanan. Pada waktu yang bersamaaan rilekskan kaki kiri dan regangkan kaki kanan sehingga ada regangan penuh pada seluruh bagian kanan tubuh.
3.Kontraksi vagina. Berbaring telentang. Kedua kaki sedikit diregangkan. Tarik dasar panggul, tahan selama tiga detik dan kemudian rileks.
4.Memiringkan panggul. Berbaring, lutut ditekuk. Kontraksikan/kencangkan otot-otot perut sampai tulang punggung mendatar dan kencangkan otot-otot bokong tahan 3 detik kemudian rileks.
5.Berbaring telentang, lutut ditekuk, lengan dijulurkan ke lutut. Angkat kepala dan bahu kira-kira 45 derajat, tahan 3 detik dan rilekskan dengan perlahan.
6.Posisi yang sama seperti diatas. Tempatkan lengan lurus di bagian luar lutut kiri.
7.Tidur telentang, kedua lengan di bawah kepala dan kedua kaki diluruskan. angkat kedua kaki sehingga pinggul dan lutut mendekati badan semaksimal mungkin. Lalu luruskan dan angkat kaki kiri dan kanan vertical dan perlahan-lahan turunkan kembali ke lantai.
8.tidur telentang dengan kaki terangkat ke atas, dengan jalan meletakkan kursi di ujung kasur, badan agak melengkung dengan letak pada dan kaki bawah lebih atas. Lakukan gerakan pada jari-jari kaki seperti mencakar dan meregangkan. Lakukan ini selama setengah menit.
9.Gerakan ujung kaki secara teratur seperti lingkaran dari luar ke dalam dan dari dalam keluar. Lakukan gerakan ini selama setengah menit.
10.Lakukan gerakan telapak kaki kiri dan kanan ke atas dan ke bawah seperti gerakan menggergaji. Lakukan selama setengah menit.
11.Tidur telentang kedua tangan bebas bergerak. Lakukan gerakan dimana lutut mendekati badan, bergantian kaki kiri dan kaki kanan, sedangkan tangan memegang ujung kaki, dan urutlah mulai dari ujung kaki sampai batas betis, lutut dan paha. Lakukan gerakan ini 8 sampai 10 setiap hari.
12.berbaring telentang, kaki terangkan ke atas, kedua tangan di bawah kepala. Jepitlah bantal diantara kedua kakidan tekanlah sekuat-kkuatnya. Pada waktu bersamaan angkatlah pantat dari kasur dengan melengkungkan badan. Lakukan sebanyak 4 sampai 6 kali selama setengah menit.
13.Tidur telentang, kaki terangkat ke atas, kedua lengan di samping badan. kaki kanan disilangkan di atas kaki kiri dan tekan yang kuat. Pada saat yang sama tegangkan kaki dan kendorkan lagi perlahan-lahan dalam gerakan selama 4 detik. Lakukanlah ini 4 sampai 6 kali selama setengah menit.
Apa tujuan latihan Sikap tubuh terlentang menarik kaki sehingga paha membentuk 90° ?
a. Menguatkan otot-otot punggung.
b. Menguatkan otot-otot di kaki dan memperlancar sirkulasi sehingga mengurangi resiko edema kaki
c. Menguatkan otot-otot bagian perut.
d. Menguatkan kembali otot-otot dasar panggul
Pro-Kontra Penggunaan Bengkung/Gurita
Secara tradisional, terang Ny. Koesmariyah H.R. Soedjak Ranoekoesoemo, penggunaan bengkung dan gurita diyakini bisa melangsingkan kembali perut yang melar. Bila dianggap merepotkan, penggunaan step in yang praktis karena tinggal memasang kaitannya bisa dijadikan alternatif. Sebaliknya, menurut Chairulsjah, soal stagen sampai saat ini masih mengundang kontroversi. Ada yang mengatakan akan lebih cepat pemulihannya. Namun tak sedikit pula yang berprinsip boleh memakai tapi sekadarnya saja atau malah tegas-tegas melarang.
Pertimbangannya, penggunaan stagen yang diikat terlalu kuat hanya akan membuat tekanan intraabdomen di dalam rongga perut terlalu tinggi. Akibatnya, organ-organ yang berada di rongga perut tertekan sedemikian rupa. Termasuk rahim yang lambat laun akan turun hingga terjadilah prolapsus uteri. Belum lagi keluhan sesak napas yang dirasa menyiksa. Begitu juga kulit perut yang jadi lembab karena keringat yang tertahan “mengundang” infeksi. Sayangnya, bilang Chairulsjah, penggunaan gurita seolah sudah jadi keharusan. Hingga si ibu memang sulit menolak bila anjuran datang dari segala penjuru.(YANTI)
gambar senam nifas

Senin, 14 Mei 2012

Salman Nur: Tips Menjaga Sholat 5 waktu

Salman Nur: Tips Menjaga Sholat 5 waktu: Untuk mendapatkan shalat yang khusyu’ perlu adanya persiapan-persiapan, sedangkan persiapan yang saya dimaksud adalah persiapan bathin dan... facebook

Tips Menjaga Sholat 5 waktu

Untuk mendapatkan shalat yang khusyu’ perlu adanya persiapan-persiapan, sedangkan persiapan yang saya dimaksud adalah persiapan bathin dan persiapan fisik beserta sarana-sarananya....
Persiapan bathin diantaranya:

  1. Menghadirkan dalam hati untuk apa kita ada di dunia.  Kita hidup di dunia yakni untuk beribadah kepada Allah Rabb semesta alam. Diantara ibadah yang diperintahkan kepada kita adalah shalat. Maka mengerjakan shalat adalah kewajiban kita sebagai hamba Allah yang wajib ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Kalau kita hendak menghadap Bos (atasan, juragan dll) saja perlu adanya persiapan yang mantap, apalagi kita hendak menghadap Dzat yang menciptakan kita dan seluruh jagat raya. Bagaimana persiapan kita???
  2. Hadirkan dalam hati bahwa ibadah shalat adalah ibadah yang pertama kali diwajibkan dan termasuk amal perbuatan manusia yang pertama kali dihisab (diperhitungkan) pada hari kiamat, maka kita akan melaksanakan shalat sebaik-sebaik shalat agar kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung.
  3. Jika kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada menit-menit berikutnya, apatah lagi kita tidak tahu apakah menit berikutnya kita masih hidup?? Maka hadirkan dalam hati bahwa shalat yang kita kerjakan pada saat ini adalah sebagai shalat terakhir kita di dunia.
  4. Hadirkan dalam hati bahwa perbuatan dosa yang kita lakukan seperti kelalaian dalam menyambut seruan-Nya, kedurhakaan, kufur nikmat dan dosa-dosa lainnya sudah membuncah memenuhi langit dan bumi, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa tersebut kecuali rahmat Allah yang kita harapkan, maka hadirkan dalam hati kita bahwa shalat yang akan kita kerjakan adalah shalat terakhir kita yang diharapkan dapat menghapus dosa-dosa yang pernah kita lakukan.
  5. Tanamkan dalam hati bahwa hari-hari setelah kematian kita adalah hari-hari yang sangat mengerikan sebelum datangnya hari kiamat. Hadirkan dalam hati, semoga shalat yang kita kerjakan sebagai amal sholeh yang diterima dan sebagai syafa’at di alam kubur dan di hari kiamat nanti. Apakah sholat kita yang terakhir ini akan kita sia-siakan????
  6. Dan masih banyak lagi peringatan-peringatan lainnya untuk menyadarkan hati kita agar kita tidak lalai dalam shalat.
Persiapan fisik beserta sarana-sarananya diantaranya:
Perbanyak dzikrullah di waktu-waktu yang luang seperti istighar, tasbih, tahlil, tahmid dll. Baju yang kotor lebih layak untuk dibersihkan, sebelum diberi wewangian atau perhiasan lainnya. Maka jiwa yang berdosa lebih layak untuk memperbanyak taubat dan istighfar agar hati menjadi lunak dan lembut menerima setiap kebenaran yang datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Diantara kebenaran yang datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah perintah shalat!
  1. Bersihkan tempat dan pakaian kita dari hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan shalat. Bersih dari najis, suara musik atau suara gaduh, gambar-gambar, patung, minuman khamr dan hal-hal lain yang dapat mengganggu kekhusyukkan shalat.
  2. Pahami dan pelajari tentang kaifiyat shalat baik rukun dan syarat-syarat sahnya shalat. Memahami setiap bacaan shalat akan dapat membantu kita dalam melaksanakan shalat yang khusyu’. Bagaimana pendapat kita jika seseorang berkomunikasi di hadapan seorang raja sedangkan ia tidak memahami apa yang ia ucapkan? Dapatkah ia mendapatkan keridhaan raja atau hukuman?
  3. Jaga perut agar tidak terlalu kenyang atau lapar. Perut yang kenyang menyebabkan kantuk, sedangkan perut yang lapar akan hilang konsentrasi.
  4. Selesaikan segala urusan yang akan menganggu kekhusyukan shalat 1 jam sebelum shalat dimulai atau ditunda terlebih dahulu.
  5. Pakailah pakaian atau mukena yang terbaik untuk shalat, yang bersih dari kotoran dan najis serta gambar-gambar yang bernyawa.
  6. Kenakan wangi-wangian bagi lelaki sebelum melaksanakan shalat, sedangkan untuk wanita boleh memakai wangi-wangian di dalam rumah. Jika ia hendak keluar rumah untuk melaksanakan shalat berjama’ah maka ada larangan bagi wanita memakai wewangian diluar rumahnya.
  7. Berjalan dengan tenang menuju tempat shalat, tidak tergesa-gesa agar denyut nadi dalam keadaan tenang sebelum melaksanakan shalat.
  8. Berwudhu’lah dengan tertib dan thuma’minah agar tidak ada anggota wudhu’ yang terlewatkan. Dan jangan lupa berdoa setelah selesai mengerjakan wudhu’.
  9. Lakukan shalat di awal waktu, jangan ditunda-tunda. Shalat berjama’ah di masjid lebih utama dikerjakan dibandingkan shalat sendirian di rumah.
  10. Berdirilah shalat dengan menghadap sutrah (pembatas shalat) agar shalat kita tidak terputus karena ada sesuatu yang dapat membatalkannya.
  11. Mohonlah perlindungan kepada Allah sebelum melakukan shalat dengan membaca ta’awudz.
  12. Hadapkan seluruh jiwa raga kita kepada Allah ‘Azza wa Jalla saat kita mengerjakan shalat. Dalam kitab Kasyful Ghitha, hal. 137-138 disebutkan bahwa rahasia, ruh dan inti shalat adalah menghadapkan seluruh jiwa raga kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Ka’bah yang merupakan rumah Allah adalah Kiblat bagi wajah dan badan orang yang melakukan shalat. Dan pemilik rumah itu (Ka’bah), yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah kiblat hati dan ruhnya. Allah akan menghadap kepada seorang hamba di dalam shalat selama hamba itu menghadapkan wajah dan hatinya kepada Allah. Jika ia berpaling maka Allah akan berpaling darinya.
    Perjalanan hidup di dunia hanyalah sebentar. Tidak akan lama … Semoga kita bisa bertahan dalam menapaki sisa umur kita dengan selalu menjalankan ketaatan kepada-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

    Saudaraku! Bertahan … dan selalu bertahan serta sabar dalam keimanan hingga selamat di penghujung usia dengan husnul khatimah. Semoga Allah senantiasa mengampuni dan merahmati kita fied dunya wal akhirat. Aamien. Allahumma Aamien.

    “Ya Allah… Karuniakan kepada kami keberanian serta kemampuan untuk mengubah apa yang bisa diubah, ketabahan dalam menerima apa yang tidak bisa diubah dan kebijakan untuk membedakan keduanya.”

    “Ya Allah… Karuniakan kepada kami ketenangan jiwa, yaqin akan saat perjumpaan dengan-Mu dan ridha dengan segala ketentuan-Mu.” by Salman Nur Abdullah....Salmannurskep@gmail.com